Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Belajar Google Analytic Academy

Konten [Tampil]
Memahami Google Analytic menjadi suatu kebutuhan bagi para pegiat digital marketers saat ini. Sebab, dengan adanya Google Analytic bisa mempermudah bisnis dalam membuat strategi yang tepat sesuai sasaran.
Bagi kamu yang tertarik belajar Google Analytic, kamu bisa mempelajarinya langsung melalui program Google Analytic Academy. Di mana kamu akan belajar seputar Google Analytic untuk bisnis dari pemula hingga tahap advance.

Kelas ini diajarkan oleh Justin Cutroni dan Krista Seiden dalam bentuk video dan tulisan transkip. Di akhir pembelajaran juga kamu berkesempatan untuk mendapatkan sertifikat gratis dari progaram ini. Jika penasaran seperti apa cuplikan kelasnya kamu bisa memahami sedikit materinya di bawah ini.  

Kenapa analisis digital di perlukan?

Kenapa analisis digital di perlukan?
Saat pelanggan membeli produk secara online mudah untuk melakukan identifikasi

Sebab saat kamu membeli produk secara offline akan sangat sulit untuk mengidentifikasi pelanggan kenapa mereka membeli atau tidak jadi membeli produk mu. 


Sementara bila proses penjualan ini dilakukan secara digital akan mudah bagi bisnis menganalisis dalam artian meneliti dari calon pelanggan itu sendiri. 


Dalam dunia digital marketing ada istilah marketing funnel. Marketing funnel ini menjelaskan tentang tahapan bagaimana seorang pelanggan yang pada akhirnya memutuskan untuk membeli atau tidak membeli produk yang ditawarkan oleh bisnis di situsnya. 


Beberapa bagian penting dari marketing funnel ini yaitu ada akuisisi, behavior dan konversi. 

  • Akuisisi ini berbicara tentang kesadaran calon konsumen terhadap produk yang brand miliki dan minat yang mungkin ditimbulkan apakah ingin membeli atau tidak terhadap produk tersebut. 
  • Behavior itu berbicara tentang bagaimana calon konsumen bisa berkomunikasi dengan brand, bila mereka memiliki hasrat atau minat terhadap produk yang dimiliki oleh brand. 
  • Konversi merupakan hal yang mengidentifikasikan tentang bagaimana akhirnya calon konsumen menjadi pelanggan dan bertransaksi dengan bisnis dengan membeli produk dari brand tersebut. 

Analisis seperti inilah yang diperlukan dalam era digital marketing saat ini. Sehingga dengan begitu, brand bisa menyiapkan strategi tentang bagaimana cara terbaik menjangkau pelanggan baru maupun lama. 


Contoh kasus seperti yang terjadi pada Google Store Merchandise, goals dari brand menginginkan lewat analisis digital adalah untuk meningkatkan pembelian kaos. Namun bagaimana cara membuat strategi yang efektif?


Adalah dengan melihatnya melalui Google analytic, kira-kira daerah mana saja yang pelanggan paling banyak membeli kaos dari Google store merchandise. 


Nah bila sudah ditemukan misalnya negara bagian Kanada. Berarti strategi yang tepat dilakukan oleh brand yakni membuat iklan digital tentang kaos dari Google store merchandise yang nantinya iklan itu akan ditaruh atau dimaksimalkan di wilayah negara bagian Kanada. 


Selain itu, lewat analisis digital juga kamu bisa menganalisis masalah apa saja yang terjadi pada pelanggan bila sampai calon pelanggan tidak melakukan konversi. 


Dalam hal ini, pelanggan hanya memasukkan barang ke keranjang belanja tanpa melakukan transaksi. Nah dari sini kira-kira kamu bisa mengidentifikasi kenapa itu terjadi, bisa mungkin karena: 

  • Alat pembayaran yang tidak fleksibel. 
  • Berubah pikiran. 
  • Ada penawaran yang lebih mudah 
  • dsb. 

Bila calon pelanggan tidak kunjung melakukan konversi, brand juga bisa membuat strategi iklan khusus yang menargetkan iklan tersebut kepada pelanggan dengan produk yang masih berada di dalam keranjang belanjaan. 


Tidak terbatas hanya melakukan pengambilan data lewat desktop. Ternyata analisis data dari Google Analytic juga dikumpulkan dari berbagai macam gadget seperti aplikasi seluler, online sell system, game konsol, crm system, dan apapun platform yang terkoneksi dengan internet. 

Baca juga: Versi terbaru PHP 8 bawa 5 Fitur unggulan ini


Cara kerja Google Analytic


Untuk menggunakan Google Analytic kamu terlebih dahulu harus mendaftarkan akun yang dipakai untuk pembuatan blog atau wordpress kamu. Lalu memasukkan kode javascript ke tiap halaman di blog yang kamu miliki. 


Dengan memasukkan kode tersebut ke blog nantinya mesin analisis akan mengetahui berapa banyak calon konsumen yang mencari produk tertentu atau dari sana juga kamu akan mendapatkan informasi seputar: 

  • Bahasa yang digunakan
  • tipe browser
  • perangkat device
  • operating systemnya
  • traffic source atau dari mana awalnya calon konsumen menemukan produkmu yang kemudian dialihkan menuju situs mu.

Apakah mungkin mereka mendapatkan traffic source tersebut secara organik SEO, iklan pay per klik atau kampanye email yang tim kamu lakukan. 


Nantinya setiap kali halaman dimuat, kode akan selalu mengirimkan informasi terkait aktivitas yang dilakukan oleh pengguna di dalam situs inilah yang kemudian dinamakan sesi atau session.


Sesi ini dimulai ketika pengguna pertama kalinya berada di halaman situs, dan akan berakhir setelah 30 menit tidak aktif  atau tidak ada aktivitas apapun. 


Nantinya hasil dari sesi pengguna ini akan dikumpulkan oleh Google Analytic dalam bentuk laporan berdasarkan berbagai kriterianya. Seperti apakah pengguna menggunakan seluler, komputer, tablet atau pengguna menggunakan jenis browser tertentu dan lain-lain.


Dan perlu diingat ketika data-data itu dikumpulkan, data tersebut akan tersimpan dalam database dan tidak dapat diubah. 


Penyiapan Google Analytic 


Saat kamu sudah tertarik dengan Google Analytic ini, nantinya ini akan dikelompokkan dalam organisator. Di dalam organisator ini bisa diatur berdasarkan opsional yang kamu inginkan. 


Sebagai contoh perusahaan yang besar yang di dalam situsnya memiliki berbagai macam bagian atau halaman umumnya memiliki beberapa akun yang di setting sekaligus. Namun, untuk bidang usaha yang terbilang kecil, umumnya hanya memerlukan 1 akun saja. 


Dalam 1 akun secara otomatis kamu juga akan membuat properti, di dalam property itu biasanya akan ada tampilan atau view. 


Dalam 1 akun bisa memiliki beberapa properti dan juga view. Hal ini dilakukan supaya kamu sebisa mungkin mengatur data sesuai dengan apa yang bisnis butuhkan. 


Kamu bisa membuat beberapa property hanya dari satu akun. Dengan begitu kamu bisa memilah-milah data yang dikumpulkan berdasarkan berbagai situs, aplikasi seluler atau aset digital lain terkait bisnis. 

Baca juga: 5 Cara mengamankan WordPress dari modus peretasan


Dalam akun, property dan view ini kamu bisa mensettingnya untuk mengatur akses yang diinginkan. Beberapa ada yang mengaturnya hanya untuk mengizinkan pengguna lain melakukan editing, membaca atau hanya menganalisis tanpa bisa mengubah. 


Nah, itulah sedikit cuplikan dari materi Gooolge Analytic Academy yang bisa kamu pelajari. Begitu pentingnya pengetahuan Google Analytic ini bagi marketers sehingga tidak ada salahnya untuk mempelajarinya lebih dalam.


Jika kamu benar-benar tertarik, langsung saja daftar di kelasnya secara online serta dapatkan sertifikatnya.


Posting Komentar

0 Komentar

Cari artikel di blog ini